Orang-orang liberal dan sekuler tak akan pernah beristirahat sampai wanita-wanita muslimah mengikuti apa yang mereka lakukan, mereka rela mengorbankan apa saja, asal wanita muslimah dapat mengikuti mereka dalam hal bermaksiat kepada Allah. Maka tak jarang wanita muslimah tergiur akan ilusi fatamorgana yang ditawarkan, padahal Rasulullah SAW pernah bersabda :“...Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud, Ahmad)
Indonesia merupakan sebuah negara yang menampung mayoritas muslim terbesar didunia, sekitar 85% penduduknya memeluk islam. namun semua data dan fakta itu seolah-olah tak ada relefansinya, mengingat di negara tersebut akan diadakan ajang maksiat terbesar didunia, yakni ajang miss world.
sebuah ajang yang dimana didalamnya memperlombakan kemolekan tubuh wanita, yang kemudian dibalut seolah-olah ajang yang intelektual, padahal isinya sama saja, merendahkan derajat wanita dengan berbusana yang menampakkan aurat, seraya berlenggak-lenggok didepan jutaan pasang mata yang menyaksikan.
Padahal Rasulullah bersabda :
"... dan wanita yang membuka auratnya dan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak, kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan dapat masuk surga dan mencium baunya. Padahal, bau surga dapat tercium dari jarak sekian-sekian.”[HR. Imam Muslim].
Bebagai pihak mengutuk atas berlangsungnya kontes maksiat ini, sedikitnya ada 45 lembaga dan organisasi islam di Indonesia menyatakan dengan tegas untuk tolak Miss World, termasuk didalamnya ialah MUI. Demikian pula The National Fatwa Council Malaysia – Jawatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) yang mengharamkan 4 orang kontestan Muslimah mengikuti ajang Miss Malaysia World 2 agustus lalu, dimana pemenangnya akan menjadi utusan resmi Malaysia di ajang Miss World 2013.
namun semua penolakan tersebut tidak digubris sedikit pun oleh salah satu Media kapitalis yang menjadi badan penyelenggara ajang itu, bukan hanya menolak, mereka juga tak mau peduli akan dampak yang ditimbulkan terhadap wanita muslimah jika ajang ini tetap akan diberlangsungkan. seolah-olah mereka buta dan tuli serta tak mau peduli akan nasib wanita muslimah, yang dieksploitasi demi pundi-pundi uang.
Allah SWT berfirman :
"... mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka kembali (ke jalan yang benar)" (QS. Al- Baqarah : 18)
begitulah dampak yang ditimbulkan dari rusaknya sistem demokrasi ini, sebuah dampak yang terus-menerus tak kenal lelah menampar ummat. yang dengannya terbukalah seluruh penjuru pintu maksiat, membebaskan siapa saja tuk menginjak kemuliaan islam tanpa kita sadari. Sungguh betapa nestapanya kita.
inilah demokrasi, sebuah sistem tatanan masyarakat yang mengatur untuk berbuat bebas, tanpa terikat oleh aturan Allah SWT. Membuat ummat untuk senantiasa terhipnotis akan kesenangan yang muncul dari kemaksiatan yang dibawa oleh orang-orang kafir.
Allah SWT Berfirman :
"janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir didalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat mereka ialah Jahannam itu adalah tempat seburuk-buruknya" (QS. Ali Imran : 196-197)
Allah SWT Berfirman :
" Apakah hukum-hukum jahiliyah yang kalian kehendaki ? Siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? " (QS. Al-Maidah : 50)
Wallahualam Bis Shawab...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar