Rabu, 21 Agustus 2013

Penyebab Kerusakan

Munculnya kerusakan-kerusakan yang ada saat ini, mulai dari kemiskinan, rusaknya moralitas bangsa, cacatnya sistem pendidikan, maraknya kriminalitas dlsb, semua ini senantiasa bermunculan dan seolah-olah tiada hentinya. Pemerintah dalam melihat hal ini senantiasa mengeluarkan sekelumit kebijakan-kebijakan guna menahan laju kerusakan ini, namun apa yang terjadi ? tidak ada satupun kebijakan pemerintah yang mampu menghalau atau menuntaskan semua kerusakan. ini semua karena pemerintah senantiasa mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan yang itu semua tidak sama sekali memihak kepada rakyat. Rakyat hanya dijadikan sebagai "tangga" guna mereka bisa naik keatas, sehingga dapat meraih kekuasaan.  

"Diriwayatkan dari Jabr bin Abdillah ra dari Nabi saw sesungguhnya beliau bersabda kepada Ka'ab bin Ajrah, "Semoga Alah menjauhkan kamu dari pemimpin yang bodoh."

Ka'ab bertanya, "Siapakah pemimpin yang tolol/bodoh itu, ya Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Yaitu para pemimpin sesudahku yang tidak mau memberi petunjuk seperti petunjukku, tidak pula mau menerapkan syariat (peraturan, undang-undang) seperti ajaranku. Barangsiapa membenarkan perilaku pemimpin tersebut dengan segala kebohongannya dan membantu segala perilaku zhalimnya, maka mereka bukan termasuk ummatku dan aku terbebas dari mereka. Mereka tidak akan pernah mencicipi telagaku (di surga)."

jika kita melihat dari hadist diatas, maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa, Kriteria pemimpin bodoh yang hanya memperhatikan kepentingan pribadi dan golongan adalah mereka yang tidak mau menerapkan syariat islam, seperti apa yang telah diajarkan oleh baginda Rasulullah.

kerusakan-kerusakan yang terjadi saat ini, disebabkan karena kita dipimpin oleh pemimpin yang tidak mau menerapkan Syariat Islam, membuat aturan baru yang itu bertentangan dengan apa yang Allah turunkan, Maka tak hayal banyak kerusakan terjadi.

Allah SWT Berfirman :

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

 "Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? (Hukum) mana yang lebih baik daripada (hukum) Allah? Bagi orang-orang yang meyakini?” (Al Maidah: 50)

Imam Ibnu Katsir, menafsirkan ayat ini :

"...Orang’orang jahiliyah memutuskan perkara mereka dengan kesesatan dan kebodohan yang mereka buat-buat sendiri oleh pendapat dan keinginan (hawa nafsu) mereka.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/502)


Maka terbuktilah dan tergambarlah secara jelas, bahwa ketika dimana kerusakan merajalela, kemaksiatan, ketidak-adilan, dan keterpurukan serta kehinaan yang saat ini kita semua rasakan, tidak lain karena kita telah memutuskan perkara tidak sesuai dengan apa yang Allah SWT turunkan, bahkan dalam tafsir ibnu katsir, orang-orang yang melakukan tindakan seperti ini, merupakan orang-orang jahiliyah, atau orang bodoh, yang dimana mereka mengaku islam mereka mengaku bahwasannya Allah lah satu-satunya Rabb, pencipta alam semesta, namun dalam menjalani kehidupan, mereka tidak mau menerapkan apa yang Allah turunkan.

lalu, bagaimana solusinya ? 

Islam adalah agama yang sempurna, mengatur kehidupan manusia dalam seluruh aspek kehidupan. ketika dimana ideologi islam ini diterapkan dalam institusi daulah/negara, dengan diterapkan secara kaffah atau secara 100 %, maka banyak sekali keberkahan yang didapat, diantaranya pada masa kekhilafahan Ummar bin Abdul Aziz, dengan menerapkan sistem perekonomian dalam Islam dengan begitu sempurna, beliau berhasil menciptakan sebuah kondisi dimana didalam sebuah negara tidak didapat satupun masyarakat yang miskin, dan ini tercatat dalam sejarah kegemilangan dari sebuah pradaban, yang dimana hingga saat ini, tidak ada yang mampu menyamai peradaban tersebut. Masih banyak lagi sejarah-sejarah kegemilangan ketika dimana Islam ini diterapkan secara kaffah dalam institusi negara/Khilafah.



Allah SWT Berfirman : 

 " وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ"

" Dan sekiranya penduduk disuatu negeri itu beriman dan bertakwa kepada-Ku, niscaya akan Aku limpahkan keberkahan baik dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (Al A'raf : 96)

Kunci Agar Allah memberikan keberkahan baik dari langit maupun dari bumi, adalah ketika dimana kita "Beriman" dan "Bertakwa". Maksud dari beriman disini yakni beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, beriman dengan hari pertemuan-Nya, janji dan ancaman-Nya.   Dan, maksud bertakwa yakni menjalankan seluruh perintah Allah dan menjahui segala larangan-Nya, tidak berbuat syirik, tidak bermaksiat terhadap-Nya dan Rasul-Nya; niscaya Dia Ta’ala akan membukakan bagi mereka pintu-pintu langit berlimpahan rahmat dan berkah.

Walahualam bis shawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar