Selasa, 17 September 2013

"Cara Menghancurkan Ekonomi Amerika"

Perdagangan dunia saat ini senantiasa berpatok pada dolar amerika dalam seluruh aktivitasnya, baik ekspor maupun impor. Dahulu semua negara menggunakan patokan emas sebagai nilai rill mata uang, namun seiring berjalannya waktu akhirnya diputuskan untuk mengganti emas dengan uang kertas sebagai mata uang dunia.

Ketika itu pasca perang dunia, telah diputuskan untuk menggunakan dolar amerika sebagai mata uang dunia, dengan syarat : harus senilai dengan cadangan emas yang disimpan oleh negara. Sehingga banyaknya uang kertas yang beredar, senilai dengan banyaknya emas yang disimpan.

Contoh simplenya : ibarat kita memiliki rumah, ketika ingin meminjam uang biasanya sertivikat rumah yang djadikan jaminan, pertanyaannya adalah, apa yang menyebabkan sertivikat rumah kita dapat dijadikan jaminan ? Berarti sertivikat rumah ini bukanlah secarik kertas biasa, namun memiliki "nilai" dari rumah itu, begitupula dengan uang kertas yang ditopang oleh emas ini

Namun mulai tahun 1971, standar emas sudah dihapus, sehingga banyaknya uang kertas yang beredar, sama sekali tidak ada nilai emasnya atau nilai rillnya.

Ibaratnya seperti sertivikat rumah tadi, namun rumahnya yang dihapus, sehingga nilai sertivikat tersebut sudah senilai dengan lembaran secarik kertas biasa.

Artinya, sekarang amerika merupakan penghasil kertas terbesar didunia, dan dia bisa mengkeruk seluruh SDA di Indonesia karna kertas-kertas yang dia edarkan, yang tidak memiliki nilai sama sekali | #kenapaBisa?

Perlu diketahui, melemahnya nilai rupiah, ditenggarai karna sedikit atau banyaknya dolar yang beredar di indonesia. Ketika banyaknya dolar yang keluar dari indonesia, maka sudah dapat dipastikan nilai rupiah akan melemah. Lantas bagaimana caranya agar rupiah dapat kembali menguat ? dalam logika ekonomi ini, kita harus dapat mendatangkan dolar-dolar ke indonesia agar rupiah kembali menguat

Cara agar dapat mendatangkan dolar-dolar keIndonesia adalah dengan meng-Ekspor barang keluar negeri, serta menjual kekayaan alam kita kepada investor asing, agar mereka dapat membelinya dengan dolar.

Jadi seluruh kekayaan alam di Indonesia, baik itu berupa gas, batubara, minyak, tembaga, emas, perak, aluminium, hutan, dlsb, sebenarnya hanya ditukar dengan kertas-kertas dolar, yang sama sekali tidak ada nilainya. | #kedokpenipuan

Lalu bagaimana solusinya ? Perlu diketahui pula, bahwa keberhasilan dolar amerka, sebenarnya terletak pada "trust" atau kepercayaan dunia pada dolar. Hampir seluruh aspek ekonomi non rill, baik berupa saham maupun obligasi sebenarnya ditopang hanya dengan "trust" atau kepercayaan.

Maka bayangkan, jika seluruh dunia beranjak untuk meninggalkan dolar amerika, maka akan terjadi sebuah kepanikan ekonomi dunia, yang berakibat lumpuh dan hancur sehancur-hancurnya pondasi ekonomi amerika | ini karena semua krisis ekonomi terjadi berawal dari "tidak percaya"

Didalam buku "Dollar VS Euro", alasan amerika melakukan intervensi militer ke iraq, sebenarnya bukan karena iraq memiliki senjata pemusnah masal, melainkan karena presidennya, yakni Saddam husein, telah melanggar perjanjian OPEC, yakni menjual minyak dengan menggunakan Euro, bukan dolar.

Intervensi militer tersebut dilakukan, sebenarnya telah membuktikan akan ketakutan amerika, akan kepanikan ekonomi yang sewaktu-waktu dapat meledak ketika seluruh dunia "tidak percaya", lantas langsung semuanya meninggalkan dolar.

Wallahualam bis shawab
*saatnya khilafah memimpin dunia

Sumber : seminar, Harapan hizb-ut Tahrir pada tokoh ummat, ust Dwi condro Triono. Phd

Senin, 16 September 2013

gerakan dan kunci perubahan menuju "bangkit"

Munculnya berbagai macam gerakan, kelompok, atau partai ditengah-tengah masyarakat | sebenarnya bermula atas kesadaran masyarakat akan berbagai macam problematika yang senantiasa menimpa mereka.

kemunculannya biasanya diawali oleh kesadaran publik untuk bergerak dalam menuntaskan atau memulihkan berbagaimacam kondisi problematika menuju pada grafik kebangkitan yang diimpikan oleh masing-masing kelompok atau gerakan.

Namun, pada faktanya, berbagai macam jenis pergerakan dan upaya dalam mewujudkan "kebangkitan" itu, ternyata tidak mampu dalam memulihkan dan mewujudkan semua apa yang diimpikannya. berikut adalah beberapa faktornya :


1. pemikiran atau cita-cita yang melandasi terbentuknya suatu kelompok atau gerakan masih bersifat umum dan tidak memiliki landasan khusus dalam tujuannya. sehingga senantiasa terjadi pembiasan (perubahan pemikiran, tujuan, dan cita-cita) yang berulang-ulang

2. tidak memiliki metode atau jalan dalam mewujudkannya, sehingga menimbulkan ketidakjelasan dan kekaburan dalam mewujudkan apa yang diimpikan

3. tidak memiliki kesadaran yang benar, hanya bermodalkan semangat perubahan, tanpa memiliki metode dan tujuan yang jelas

4. tidak memiliki dorongan atau ikatan untuk bergerak yang kuat, melainkan hanya ikatan antar organisasi, pembagian kerja, dlsb. sehingga terkadang akan menimbulkan kejenuhan dalam berkelompok atau berorganisasi

ketika faktor-faktor tersebut masih melekat dalam suatu kelompok, maka kebangkitan/tujuan yang diharapkan tidak akan pernah tercapai. Sehingga gerakan mereka hanya dimodali oleh semangat, tanpa ada "jalan" yang jelas dalam mewujudkannya. Sehingga terkesan menjadi redup dan jalan ditempat (tidak ada perkembangan)

walllahualam bis shawab

Jumat, 13 September 2013

Dakwah dan Konsekuensi Mendiamkannya




Tak dapat dipungkiri, kemungkaran demi kemungkaran senantiasa terjadi saat ini, baik secara kita sadari maupun tidak kita sadari.  Banyak sekali kemungkaran yang terjadi, yang telah menggambarkan bentuk yang sangat memprihatinkan. Semua kerusakan dan kemungkaran itu terjadi, akibat ulah tangan manusia

Allah SWT berfirman :
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. ar-Rum: 41)

Imam Ibnu Katsir, menafsirkan makna “Bimma Katsabats Aidinnas” (ulah tangan manusia)  ini sama dengan “Al-Maksyiattu”  (Kemaksiatan). Kemaksiatan yang timbul akibat Syariat Islam tidak diterapkan.

Maka dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa : sebab utama terjadinya kerusakan karena terbukanya pintu kemaksiatan. Dan semua pintu kemaksiatan itu dapat terbuka karena tidak diterapkannya Syariat Islam secara Kaffah.

Ketika kita mengetahui, faktor utama atas terjadinya Kemungkaran ini, maka  tidak ada jalan yang diambil selain bergerak untuk memusnahkan kemaksiatan tersebut. Mengapa ? karena menghancurkan kemungkaran, serta menerapkan Syariat islam merupakan Konsekuensi kita sebagai muslim yang harus dipenuhi. Ketika kita mengambil jalan untuk diam atas semua kemungkaran yang terjadi, maka patut dipertanyakan keimanan kita.

Rasulullah SAW bersabda :
"Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dia merubah hal itu dengan lisannya. Apabila tidak mampu lagi, hendaknya dia ingkari dengan hatinya dan inilah selemah-lemah iman." (HR. Muslim no. 49)

Didalam hadist diatas dijelaskan bahwa ketika kita hanya mengingkari dalam hati atas semua kemaksiatan terjadi, maka disitulah letak Selemah-lemahnya iman. Maksudnya adalah orang-orang yang hanya mengikari kemungkaran tersebut dalam hati mereka tanpa melakukan hal yang lain atau tindakkan yang nyata untuk merubah kemungkaran itu, maka keimanannya sudah berada diambang garis perbatasan antara keimanan dengan kekufuran.

Ketika kita mengambil sikap untuk diam, padahal kita tahu bahwa itu semua adalah kemungkaran, dan banyak orang-orang yang tersesatkan dalam kemungkaran tersebut atas diamnya kita. maka tanyalah pada diri kita sendiri, pantaskah kita menyandang gelar sebagai seorang muslim ?

Maka Saksikanlah, betapa banyak kaum muslimin yang saat ini ditumpahkan darahnya, anak-anak dan wanita diperkosa secara bengis, seorang ayah dipaksa melihat anaknya digorok didepan matanya, Kemiskinan, kelaparan, tingginya angka aborsi dan seks bebas, pelacuran dimana-mana, rusaknya moral anak bangsa, korupsi, penyelewengan pemerintah atas rakyatnya sendiri, tingginya angka anak putus sekolah, tingginya tingkat kriminalitas dll, semua kemungkaran hebat itu akan senantiasa terjadi secara terus menerus dan bahkan turun temurun jika kita hanya mengambil langkah untuk diam atas itu semua.

Dari Nu'man bin Basyir ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang yang melaksanakan perintah Allah dengan orang yang melanggarnya adalah seperti satu kaum yang berbagi tempat di sebuah kapal. Sebagian orang mendapat tempat di bagian atas, sedangkan sebagian yang lain mendapat tempat di lambung kapal. Orang-orang yang berada di lambung kapal, jika ingin mengambil air, mereka harus melewati orang-orang yang berada di atas. Mereka berkata, 'Sebaiknya kita lubangi saja lambung kapal ini (untuk mengambil air) agar tidak mengganggu orang-orang yang berada di atas.' Jika keinginan mereka itu tidak dicegah, mereka semua akan binasa. Sebaliknya jika dicegah mereka semua akan selamat.” (HR. Bukhari, Turmudzi & Ahmad)

Rasulullah SAW, telah menggambarkan bentuk perumpamaan, bahwa umat islam “diharuskan” untuk saling mengingatkan antara satu dengan yang lainnya, untuk senantiasa berpegang teguh pada tali simpul agama Allah dan jangan pernah untuk sekali-kali melepasnya. Inilah konsekuensi kita sebagai muslim yang wajib untuk terikat akan perintah-Nya dan senantiasa menjauhi semua larangan-Nya.

Maka mari kita berdakwah, untuk apa yang ummat butuhkan, yakni menghancurkan semua kemungkaran dengan menerapkan Syariat islam dalam Naungan Khilafah (Institusi Negara pelaksana Hukum Syariah).

Mari sudahi mimpi buruk ini……………………………

Wallahualam bis shawab