Perdagangan dunia saat ini senantiasa berpatok pada dolar amerika dalam seluruh aktivitasnya, baik ekspor maupun impor. Dahulu semua negara menggunakan patokan emas sebagai nilai rill mata
uang, namun seiring berjalannya waktu akhirnya diputuskan untuk
mengganti emas dengan uang kertas sebagai mata uang dunia.
Ketika itu pasca perang dunia, telah diputuskan untuk menggunakan dolar amerika sebagai mata uang dunia, dengan syarat : harus senilai dengan cadangan emas yang disimpan oleh negara. Sehingga banyaknya uang kertas yang beredar, senilai dengan banyaknya emas yang disimpan.
Contoh simplenya : ibarat kita memiliki rumah, ketika ingin meminjam uang biasanya sertivikat rumah yang djadikan jaminan, pertanyaannya adalah, apa yang menyebabkan sertivikat rumah kita dapat dijadikan jaminan ? Berarti sertivikat rumah ini bukanlah secarik kertas biasa, namun memiliki "nilai" dari rumah itu, begitupula dengan uang kertas yang ditopang oleh emas ini
Namun mulai tahun 1971, standar emas sudah dihapus, sehingga banyaknya uang kertas yang beredar, sama sekali tidak ada nilai emasnya atau nilai rillnya.
Ibaratnya seperti sertivikat rumah tadi, namun rumahnya yang dihapus, sehingga nilai sertivikat tersebut sudah senilai dengan lembaran secarik kertas biasa.
Artinya, sekarang amerika merupakan penghasil kertas terbesar didunia, dan dia bisa mengkeruk seluruh SDA di Indonesia karna kertas-kertas yang dia edarkan, yang tidak memiliki nilai sama sekali | #kenapaBisa?
Perlu diketahui, melemahnya nilai rupiah, ditenggarai karna sedikit atau banyaknya dolar yang beredar di indonesia. Ketika banyaknya dolar yang keluar dari indonesia, maka sudah dapat dipastikan nilai rupiah akan melemah. Lantas bagaimana caranya agar rupiah dapat kembali menguat ? dalam logika ekonomi ini, kita harus dapat mendatangkan dolar-dolar ke indonesia agar rupiah kembali menguat
Cara agar dapat mendatangkan dolar-dolar keIndonesia adalah dengan meng-Ekspor barang keluar negeri, serta menjual kekayaan alam kita kepada investor asing, agar mereka dapat membelinya dengan dolar.
Jadi seluruh kekayaan alam di Indonesia, baik itu berupa gas, batubara, minyak, tembaga, emas, perak, aluminium, hutan, dlsb, sebenarnya hanya ditukar dengan kertas-kertas dolar, yang sama sekali tidak ada nilainya. | #kedokpenipuan
Lalu bagaimana solusinya ? Perlu diketahui pula, bahwa keberhasilan dolar amerka, sebenarnya terletak pada "trust" atau kepercayaan dunia pada dolar. Hampir seluruh aspek ekonomi non rill, baik berupa saham maupun obligasi sebenarnya ditopang hanya dengan "trust" atau kepercayaan.
Maka bayangkan, jika seluruh dunia beranjak untuk meninggalkan dolar amerika, maka akan terjadi sebuah kepanikan ekonomi dunia, yang berakibat lumpuh dan hancur sehancur-hancurnya pondasi ekonomi amerika | ini karena semua krisis ekonomi terjadi berawal dari "tidak percaya"
Didalam buku "Dollar VS Euro", alasan amerika melakukan intervensi militer ke iraq, sebenarnya bukan karena iraq memiliki senjata pemusnah masal, melainkan karena presidennya, yakni Saddam husein, telah melanggar perjanjian OPEC, yakni menjual minyak dengan menggunakan Euro, bukan dolar.
Intervensi militer tersebut dilakukan, sebenarnya telah membuktikan akan ketakutan amerika, akan kepanikan ekonomi yang sewaktu-waktu dapat meledak ketika seluruh dunia "tidak percaya", lantas langsung semuanya meninggalkan dolar.
Wallahualam bis shawab
*saatnya khilafah memimpin dunia
Sumber : seminar, Harapan hizb-ut Tahrir pada tokoh ummat, ust Dwi condro Triono. Phd
Ketika itu pasca perang dunia, telah diputuskan untuk menggunakan dolar amerika sebagai mata uang dunia, dengan syarat : harus senilai dengan cadangan emas yang disimpan oleh negara. Sehingga banyaknya uang kertas yang beredar, senilai dengan banyaknya emas yang disimpan.
Contoh simplenya : ibarat kita memiliki rumah, ketika ingin meminjam uang biasanya sertivikat rumah yang djadikan jaminan, pertanyaannya adalah, apa yang menyebabkan sertivikat rumah kita dapat dijadikan jaminan ? Berarti sertivikat rumah ini bukanlah secarik kertas biasa, namun memiliki "nilai" dari rumah itu, begitupula dengan uang kertas yang ditopang oleh emas ini
Namun mulai tahun 1971, standar emas sudah dihapus, sehingga banyaknya uang kertas yang beredar, sama sekali tidak ada nilai emasnya atau nilai rillnya.
Ibaratnya seperti sertivikat rumah tadi, namun rumahnya yang dihapus, sehingga nilai sertivikat tersebut sudah senilai dengan lembaran secarik kertas biasa.
Artinya, sekarang amerika merupakan penghasil kertas terbesar didunia, dan dia bisa mengkeruk seluruh SDA di Indonesia karna kertas-kertas yang dia edarkan, yang tidak memiliki nilai sama sekali | #kenapaBisa?
Perlu diketahui, melemahnya nilai rupiah, ditenggarai karna sedikit atau banyaknya dolar yang beredar di indonesia. Ketika banyaknya dolar yang keluar dari indonesia, maka sudah dapat dipastikan nilai rupiah akan melemah. Lantas bagaimana caranya agar rupiah dapat kembali menguat ? dalam logika ekonomi ini, kita harus dapat mendatangkan dolar-dolar ke indonesia agar rupiah kembali menguat
Cara agar dapat mendatangkan dolar-dolar keIndonesia adalah dengan meng-Ekspor barang keluar negeri, serta menjual kekayaan alam kita kepada investor asing, agar mereka dapat membelinya dengan dolar.
Jadi seluruh kekayaan alam di Indonesia, baik itu berupa gas, batubara, minyak, tembaga, emas, perak, aluminium, hutan, dlsb, sebenarnya hanya ditukar dengan kertas-kertas dolar, yang sama sekali tidak ada nilainya. | #kedokpenipuan
Lalu bagaimana solusinya ? Perlu diketahui pula, bahwa keberhasilan dolar amerka, sebenarnya terletak pada "trust" atau kepercayaan dunia pada dolar. Hampir seluruh aspek ekonomi non rill, baik berupa saham maupun obligasi sebenarnya ditopang hanya dengan "trust" atau kepercayaan.
Maka bayangkan, jika seluruh dunia beranjak untuk meninggalkan dolar amerika, maka akan terjadi sebuah kepanikan ekonomi dunia, yang berakibat lumpuh dan hancur sehancur-hancurnya pondasi ekonomi amerika | ini karena semua krisis ekonomi terjadi berawal dari "tidak percaya"
Didalam buku "Dollar VS Euro", alasan amerika melakukan intervensi militer ke iraq, sebenarnya bukan karena iraq memiliki senjata pemusnah masal, melainkan karena presidennya, yakni Saddam husein, telah melanggar perjanjian OPEC, yakni menjual minyak dengan menggunakan Euro, bukan dolar.
Intervensi militer tersebut dilakukan, sebenarnya telah membuktikan akan ketakutan amerika, akan kepanikan ekonomi yang sewaktu-waktu dapat meledak ketika seluruh dunia "tidak percaya", lantas langsung semuanya meninggalkan dolar.
Wallahualam bis shawab
*saatnya khilafah memimpin dunia
Sumber : seminar, Harapan hizb-ut Tahrir pada tokoh ummat, ust Dwi condro Triono. Phd

Tidak ada komentar:
Posting Komentar