Selasa, 27 Agustus 2013

miss world : pintu maksiat yang terbuka

Orang-orang liberal dan sekuler tak akan pernah beristirahat sampai wanita-wanita muslimah mengikuti apa yang mereka lakukan, mereka rela mengorbankan apa saja, asal wanita muslimah dapat mengikuti mereka dalam hal bermaksiat kepada Allah. Maka tak jarang wanita muslimah tergiur akan ilusi fatamorgana yang ditawarkan, padahal Rasulullah SAW pernah bersabda :

“...Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud, Ahmad)

Indonesia merupakan sebuah negara yang menampung mayoritas muslim terbesar didunia, sekitar 85% penduduknya memeluk islam. namun semua data dan fakta itu seolah-olah tak ada relefansinya, mengingat di negara tersebut akan diadakan ajang maksiat terbesar didunia, yakni ajang miss world.

sebuah ajang yang dimana didalamnya memperlombakan kemolekan tubuh wanita, yang kemudian dibalut seolah-olah ajang yang intelektual, padahal isinya sama saja, merendahkan derajat wanita dengan berbusana yang menampakkan aurat, seraya berlenggak-lenggok didepan jutaan pasang mata yang menyaksikan.

Padahal Rasulullah bersabda :

 "... dan wanita yang membuka auratnya dan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak, kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan dapat masuk surga dan mencium baunya. Padahal, bau surga dapat tercium dari jarak sekian-sekian.”[HR. Imam Muslim].

Bebagai pihak mengutuk atas berlangsungnya kontes maksiat ini, sedikitnya ada 45 lembaga dan organisasi islam di Indonesia menyatakan dengan tegas untuk tolak Miss World, termasuk didalamnya ialah MUI. Demikian pula The National Fatwa Council Malaysia – Jawatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) yang mengharamkan 4 orang kontestan Muslimah mengikuti ajang Miss Malaysia World 2 agustus lalu, dimana pemenangnya akan menjadi utusan resmi Malaysia di ajang Miss World 2013.

namun semua penolakan tersebut tidak digubris sedikit pun oleh salah satu Media kapitalis yang menjadi badan penyelenggara ajang itu, bukan hanya menolak, mereka juga tak mau peduli akan dampak yang ditimbulkan terhadap wanita muslimah jika ajang ini tetap akan diberlangsungkan. seolah-olah mereka buta dan tuli serta tak mau peduli akan nasib wanita muslimah, yang dieksploitasi demi pundi-pundi uang.

Allah SWT berfirman :
"... mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka kembali (ke jalan yang benar)" (QS. Al- Baqarah : 18)

begitulah dampak yang ditimbulkan dari rusaknya sistem demokrasi ini, sebuah dampak yang terus-menerus tak kenal lelah menampar ummat. yang dengannya terbukalah seluruh penjuru pintu maksiat, membebaskan siapa saja tuk menginjak kemuliaan islam tanpa kita sadari. Sungguh betapa nestapanya kita.

inilah demokrasi, sebuah sistem tatanan masyarakat yang mengatur untuk berbuat bebas, tanpa terikat oleh aturan Allah SWT. Membuat ummat untuk senantiasa terhipnotis akan kesenangan yang muncul dari kemaksiatan yang dibawa oleh orang-orang kafir. 

Allah SWT Berfirman : 
"janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir didalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat mereka ialah Jahannam itu adalah tempat seburuk-buruknya" (QS. Ali Imran : 196-197)
 
Maka tunggu sampai apa lagi ? sungguh kemaksiatan yang timbul akibat demokrasi ini sudah tak bisa ditutupi dan dipungkiri lagi. Kenestapaan ini akan selalu menghampiri kita, sampai kita semua sadar. Sadar bahwasannya hanya Aturan Allah yang paling Baik, yang mampu menghantarkan kita semua pada drajat kemuliaan tertinggi, untuk meraih drajat ketakwaan yang hakiki.

Allah SWT Berfirman :
" Apakah hukum-hukum jahiliyah yang kalian kehendaki ? Siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? " (QS. Al-Maidah : 50)



 Wallahualam Bis Shawab...

 







Senjata kimia

Baru-baru ini marak penggunaan senjata kimia yg digunakan untuk membasmi dan memusnahkan kaum muslimin di suriah oleh tentara Bashar dan syiah hizbullah. Penggunaan senjata kimia ternyata lebih murah dan lebi efektif dibandingkan dengan senjata yang menggunakan peluru, mungkin inilah salah satu sebabnya mengapa mereka mulai menggunakan senjata kimia.

berikut akan saya kutip bahaya beberapa jenis senjata kimia jika terkena pada tubuh manusia :

1. Racun Iritasi (Riot Control Agent): Racun ini disebut juga racun bersin dan racun gas air mata. Racun ini menyebabkan peradangan pada bagian alat pernapasan dan perangsangan mata. Beberapa racun iritasi diantaranya adalah : Gas air mata

2. Racun Saraf (Nerv Gas): Racun ini diserap dalam tubuh melalui pernapasan, pencernaan, atau menembus melalui kulit, yang mempengaruhi fungsi jaringan tubuh menunggu reaksi kese-imbangan dalam cairan tubuh yang mengakibatkan penumpukan acethyl chlorine dan rangsangan terus menerus pada sistem syaraf, parasymphatis dan sistem syaraf automatis. Jalannya impulse syaraf terganggu sehingga fungsi tubuh seperti; pernapasan, penglihatan dan pengendalian otot-otot juga terganggu. Beberapa racun syaraf yaitu: Tabun, Soman, VX. Sarin

3. Racun Lepuh (Blistering Agent): Racun ini menyerang mata, paru-paru dan membuat kulit lepuh-lepuh. Beberapa racun lepuh diantaranya adalah : Mustard gas, Nitrogenmustard, lewisite, adamsite

4. Racun Cekik (Pulmonary Agent): Racun ini menyebabkan iritasi atau terbakarnya batang tenggorokan dari paru-paru terutama terasa pada saluran pernapasan dengan luka-luka yang meluas ke bagian-bagian terdalam dari paru-paru. Racun ini merupakan jenis racun yang mematikan, dan bila mengenai manusia akan mengakibatkan rasa seolah-olah tercekik akibat kekurangan oksigen dan dapat mengakibatkan kematian. Beberapa racun cekik diantaranya adalah : Phosgene.

Biasanya tentara-tentara militer dalam peperangan, menggunakan jenis racun : mustrad gas (nomor 3), jenis racun ini dapat memberikan efek lepuh keseluruh tubuh. senjata ini digunakan untuk membunuh terget dengan cara menyiksa hingga mati | senjata ini pernah digunakan pada saat konflik antara italia dengan ethopia, dengan cara menyemprotkan gas beracun ini dari udara dengan menggunakan pesawat terbang | Walhasil antara 5000 hingga 7000 orang tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak

Dan banyak peperangan yg dimana pihak militer senantiasa menggunakan senjata kimia mustrad gas | contoh konflik iran-iraq | konflik palestina | dan kemungkinan besar juga digunakan di Suriah



#SaveEgypt #SaveSyiria #SavePalestine #SaveMoeslimRohingya and #SaveMoeslimAroundTheWorld only with #Khilafah


Rabu, 21 Agustus 2013

Si Penuntas Kemiskinan



kemiskinan seperti yang kita ketahui bersama, merupakan sebuah permasalahan yang senantiasa hadir dan menghantui hampir separuh lapisan Masyarakat di Indonesia, data kemiskinan menurut badan statistik pada bulan maret tahun 2012 kemarin mencapai 29,13 juta jiwa atau 11.96% penduduk Indonesia, Akan tetapi menurut Worldbank, angka kemiskinan Indonesia mencapai 50% penduduk Indonesia dengan indikator penghasilan dibawah 2 US$/hari.

Jika kita melihat data diatas, dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan yang diharapkan ternyata belum "sempurna" terwujud. Namun menarik untuk disimak, ternyata terdapat perbedaan penafsiran kata "sejahtera" menurut para ahli sosial, Pemerintah dengan Islam.

Menurut Walter A. Friedlander, 1961 dalam Pengantar Kesejahteraan Sosial oleh Drs. Syarif Muhidin, Msc. “Kesejahteraan sosial adalah sistem yang terorganisir dari pelayanan-pelayanan sosial dan lembaga-lembaga yang bertujuan untuk membantu individu dan kelompok untuk mencapai standar hidup dan kesehatan yang memuaskan dan relasi-relasi pribadi dan sosial yang memungkinkan mereka mengembangkan kemampuannya sepenuh mungkin dan meningkatkan kesejahteraannya secara selaras dengan kebutuhan keluarga dan masyarakat.” Inilah yang kemudian dijadikan dasar bahwa sebuah kota dikatakan sejahtera apabila telah sempurnanya atau terorganisirnya sebuah pelayanan sosial, infrastruktur, sarana dan prasarana, dlsb, yang nantinya diharapkan seorang individu dapat membentuk kesejahteraan itu sendiri, baik untuk dirinya, keluarganya dan Masyarakat.

Akan tetapi Menurut Islam, sebuah masyarakat dikatakan sejahtera bila terpenuhi dua kriteria: Pertama, terpenuhinya kebutuhan pokok setiap individu rakyat. Kedua, terjaga dan terlidunginya agama, harta, jiwa, akal, dan kehormatan manusia. Terpenuhinya kebutuhan pokok ditengah-tengah masyarakat, merupakan sebuah hal yang sangat di perhatikan dalam islam. Jika telah terpenuhi semua kebutuhan pokoknya, maka masyrakat tadi diharapkan dapat membentuk kesejahteraan itu sendiri, baik untuk dirinya, keluarganya dan Masyarakat.

Maka kesimpulannya adalah, dalam persoalan menuntaskan kemiskinan, Pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur serta pelayanan sosial "tanpa" memperhatikan kebutuhan pokok masyarakat sudahkah terpenuhi atau tidak. Sedangkan didalam islam yang pertama diperhatikan dan didahulukan ialah apakah kebutuhan pokok telah terdistribusi dan telah terpenuhi secara sempurna kesemua lapisan masyarakat atau tidak ?, maka disini, yang ditekankan untuk Masyarakat adalah mereka tidak perlu lagi berfikir tentang biaya listrik, air, pendidikan anak, kesehatan, dlsb, karena semua itu sudah ditanggung oleh Negara, harapannya Masyarakat dapat fokus untuk mengejar pendapatan untuk dirinya dan keluarga sehingga "Kesejahteraan" itu dapat tercipta.

Sejarah telah membuktikan bahwa pada masa kekhalifahan Ummar bin Abdul Aziz, yang dimana beliau secara sempurna menyusun dan menerapkan sistem ekonomi dalam islam, telah berhasil dalam membentuk kesejahteraan ditengah-tengah masyarakat dengan sukses menekan angka kemiskinan hingga 0 %. Sebuah peradaban yang gemilang dan belum pernah ada satupun pradaban dalam sejarah ummat manusia yang dapat menyaingi atau mensejajarkan dirinya dengan peradaban islam. Inilah peradaban sempurna yang memanusiakan manusia, yang menepatkan manusia pada posisi kemuliaan, yang dapat mensejahterakan bukan hanya kepada kaum muslimin saja, akan tetapi seluruh ummat manusia dan seluruh alam semesta.


Allah SWT Berfirman : 

 " وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ"

" Dan sekiranya penduduk disuatu negeri itu beriman dan bertakwa kepada-Ku, niscaya akan Aku limpahkan keberkahan baik dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (Al A'raf : 96)
wallahualam bis Shawab

Semoga bermanfaat
oleh : Aldi wiratama

 

Penyebab Kerusakan

Munculnya kerusakan-kerusakan yang ada saat ini, mulai dari kemiskinan, rusaknya moralitas bangsa, cacatnya sistem pendidikan, maraknya kriminalitas dlsb, semua ini senantiasa bermunculan dan seolah-olah tiada hentinya. Pemerintah dalam melihat hal ini senantiasa mengeluarkan sekelumit kebijakan-kebijakan guna menahan laju kerusakan ini, namun apa yang terjadi ? tidak ada satupun kebijakan pemerintah yang mampu menghalau atau menuntaskan semua kerusakan. ini semua karena pemerintah senantiasa mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan yang itu semua tidak sama sekali memihak kepada rakyat. Rakyat hanya dijadikan sebagai "tangga" guna mereka bisa naik keatas, sehingga dapat meraih kekuasaan.  

"Diriwayatkan dari Jabr bin Abdillah ra dari Nabi saw sesungguhnya beliau bersabda kepada Ka'ab bin Ajrah, "Semoga Alah menjauhkan kamu dari pemimpin yang bodoh."

Ka'ab bertanya, "Siapakah pemimpin yang tolol/bodoh itu, ya Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Yaitu para pemimpin sesudahku yang tidak mau memberi petunjuk seperti petunjukku, tidak pula mau menerapkan syariat (peraturan, undang-undang) seperti ajaranku. Barangsiapa membenarkan perilaku pemimpin tersebut dengan segala kebohongannya dan membantu segala perilaku zhalimnya, maka mereka bukan termasuk ummatku dan aku terbebas dari mereka. Mereka tidak akan pernah mencicipi telagaku (di surga)."

jika kita melihat dari hadist diatas, maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa, Kriteria pemimpin bodoh yang hanya memperhatikan kepentingan pribadi dan golongan adalah mereka yang tidak mau menerapkan syariat islam, seperti apa yang telah diajarkan oleh baginda Rasulullah.

kerusakan-kerusakan yang terjadi saat ini, disebabkan karena kita dipimpin oleh pemimpin yang tidak mau menerapkan Syariat Islam, membuat aturan baru yang itu bertentangan dengan apa yang Allah turunkan, Maka tak hayal banyak kerusakan terjadi.

Allah SWT Berfirman :

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

 "Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? (Hukum) mana yang lebih baik daripada (hukum) Allah? Bagi orang-orang yang meyakini?” (Al Maidah: 50)

Imam Ibnu Katsir, menafsirkan ayat ini :

"...Orang’orang jahiliyah memutuskan perkara mereka dengan kesesatan dan kebodohan yang mereka buat-buat sendiri oleh pendapat dan keinginan (hawa nafsu) mereka.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/502)


Maka terbuktilah dan tergambarlah secara jelas, bahwa ketika dimana kerusakan merajalela, kemaksiatan, ketidak-adilan, dan keterpurukan serta kehinaan yang saat ini kita semua rasakan, tidak lain karena kita telah memutuskan perkara tidak sesuai dengan apa yang Allah SWT turunkan, bahkan dalam tafsir ibnu katsir, orang-orang yang melakukan tindakan seperti ini, merupakan orang-orang jahiliyah, atau orang bodoh, yang dimana mereka mengaku islam mereka mengaku bahwasannya Allah lah satu-satunya Rabb, pencipta alam semesta, namun dalam menjalani kehidupan, mereka tidak mau menerapkan apa yang Allah turunkan.

lalu, bagaimana solusinya ? 

Islam adalah agama yang sempurna, mengatur kehidupan manusia dalam seluruh aspek kehidupan. ketika dimana ideologi islam ini diterapkan dalam institusi daulah/negara, dengan diterapkan secara kaffah atau secara 100 %, maka banyak sekali keberkahan yang didapat, diantaranya pada masa kekhilafahan Ummar bin Abdul Aziz, dengan menerapkan sistem perekonomian dalam Islam dengan begitu sempurna, beliau berhasil menciptakan sebuah kondisi dimana didalam sebuah negara tidak didapat satupun masyarakat yang miskin, dan ini tercatat dalam sejarah kegemilangan dari sebuah pradaban, yang dimana hingga saat ini, tidak ada yang mampu menyamai peradaban tersebut. Masih banyak lagi sejarah-sejarah kegemilangan ketika dimana Islam ini diterapkan secara kaffah dalam institusi negara/Khilafah.



Allah SWT Berfirman : 

 " وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ"

" Dan sekiranya penduduk disuatu negeri itu beriman dan bertakwa kepada-Ku, niscaya akan Aku limpahkan keberkahan baik dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (Al A'raf : 96)

Kunci Agar Allah memberikan keberkahan baik dari langit maupun dari bumi, adalah ketika dimana kita "Beriman" dan "Bertakwa". Maksud dari beriman disini yakni beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, beriman dengan hari pertemuan-Nya, janji dan ancaman-Nya.   Dan, maksud bertakwa yakni menjalankan seluruh perintah Allah dan menjahui segala larangan-Nya, tidak berbuat syirik, tidak bermaksiat terhadap-Nya dan Rasul-Nya; niscaya Dia Ta’ala akan membukakan bagi mereka pintu-pintu langit berlimpahan rahmat dan berkah.

Walahualam bis shawab