Dengan menaiki kuda putih, Muhammad Al-fatih memasuki sebuah kota
yang baru saja ia taklukkan. Sebuah kota dimana merupakan pusat gereja
kristen ortodoks, yang dimana merupakkan sebuah gerbang terakhir pusat
kerajaan kristen di sebelah timur (The last gate of christian in the
east) | sebuah kota kecil yang dikenal didunia karna keindahannya, serta
sekaligus sebuah benteng terkuat didunia yang telah berdiri sekian abad
lamanya, kota itu dikenal dunia dengan nama Konstantinopel.Selepas takluknya kota tersebut, muhammad al-fatih bergegas menemui warga kostantinopel yang bersembunyi di gereja hagia shopia. Mereka (warga konstantinople) teringat akan fakta sejarah dimana dahulu kala, tentara gereja pernah menaklukkan andalusia, dan membunuh ratusan bahkan ribuan kaum muslimin disana, sehingga ada pepatah yang mengatakan "sebuah kota mati yang digenangi oleh darah hingga semata kaki". Mereka takut bahwa Muhammad al-Fatih akan melakukkan balas dendam kepada rakyat konstantinopel atas pembantaian yang telah menghabisi kaum muslimin di andalusia sana, tanpa ampun.
Namun apa yang mereka dapatkan justru berbanding terbalik dengan apa yang mereka bayangkan. Muhammad al-Fatih, telah memberikan kebebasan kepada warga konstantinople untuk melakukan aktivitas keagamaannya dengan tidak mengusiknya sedikitpun. semua warga mendapatkan hak yang sama dengan kaum muslimin dalam berbagai aspek, yakni dalam pendistribusian kekayaan negara, kesamaan kedudukan dimata hukum dan pengadilan, serta hak-hak yang lain yang belum pernah mereka dapatkan sewaktu islam belum menaklukkan konstantinople.
akhirnya, dunia mengenal islam merupakan agama yang penuh dengan ikatan toleransi dan perdamaian yang begitu tinggi. bahkan dahulu ketika pemerintahan kekhilafahan memimpin dunia, ketundukkan orang-orang kristen kepada khalifah di turki, jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan pemimpin mereka di roma.
begitulah islam dalam memandang toleransi | menjamin setiap non muslim dalam beragama, dengan tidak mengusik dan mengganggunya | menjaga setiap hak warga negara tanpa pandang bulu apakah dia muslim ataukah non muslim | dan melindungi semua warga negara dengan memandang kesemuanya dalam satu kesatuan.
Namun kondisi saat ini, definisi toleransi itu telah disalah-artikan oleh kaum muslimin dengan ikut merayakan hari besarnya, serta terjun kedalamnya. seraya membenarkan dan menepatkannya pada satu kesatuan dengan Aqidah islam yang dipeluknya.
Padahal Allah SWT berfirman :
"Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh" (TQS. Al-Hajj : 31)
Toleransi didalam islam, sebenarnya simple dan praktis, yakni seperti yang tertuang didalam al-Kafirun ayat ke-6 yang berbunyi :
"Lakum dinnukum walliyaddin" | “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku” | tidak membenarkan serta tidak mencampuri agama lain.
Oleh karnanya, kerukuan akan toleransi didalam islam sebenarnya dibentuk atas pondasi surat diatas, dengan menjaga kerukunan, namun tidak mengaduk-adukkan | dengan menghormati namun tidak mencampuri | serta mengayomi, dengan menjamin hak mereka dalam beragama, tanpa ada rasa takut didalam hati mereka | bayangkan coba... betapa toleransinya islam :)
wallahualam bis shawab
semoga bermanfaat :-)
samarinda, 22-12-2013





